Menu

Mode Gelap
NasDem Bakal Usung Paket Irwan Hamid – Sudirman Bungi di Pilkada Pinrang Pj Bupati Pinrang Kunjungan ke Kantor Pengadilan Negeri Pinrang Pilkada Enrekang, NasDem Siapkan Paket YR – A Tenri Liwang Pilkada Sidrap 2024 Dipastikan tanpa Calon Perseorangan Ribuan Jamaah Haji Tiba di Tanah Suci, Suhu Capai 40 Derajat Celcius

Advertorial · 28 Sep 2022 19:49 WITA ·

Hj Hasnah Syam Bawa Tim Audit Kasus Stunting ke Barru


 Tim audit kasus stunting pusat atau provinsi dalam proses identifikasi dan seleksi kasus, Rabu 29/9/2022) di Cafe Fadil Kabupaten Barru Perbesar

Tim audit kasus stunting pusat atau provinsi dalam proses identifikasi dan seleksi kasus, Rabu 29/9/2022) di Cafe Fadil Kabupaten Barru

AJATAPPARENG. ONLINE, SIDRAP — Pendampingan Tim audit kasus stunting pusat atau provinsi dalam proses identifikasi dan seleksi kasus, Rabu 29/9/2022) di Cafe Fadil Kabupaten Barru berjalan lancar.

Menurut Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Hj Hasnah Syam, salah satu prioritas rencana aksi nasional percepatan stunting adalah audit kasus stunting yang dilakukan melalui beberapa penurunan tahapan selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Dimulai pengantin (catin), pus (pasangan usia subur), ibu hamil, ibu pascapersalinan anak bawah dua tahun.

Menurutnya, hal ini diperlukan untuk calon dan mencari penyebab terjadinya kasus stunting di setiap wilayah sebagai upaya pencegahan terjadinya kasus serupa.

“Audit kasus stunting penting dilakukan untuk menggali kasus-kasus stunting yang sulit untuk diatasi dan mengidentifikasi risiko terjadinya stunting pada kelompok sasaran tertentu,” katanya.

Sesuai dengan peraturan presiden nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, audit kasus stunting memiliki tujuan.

Tujuan yang diharapkan dengan adanya audit kasus stunting ini adalah Melakukan identifikasi kasus stunting terhadap sumber data yang tersedia, Melakukan seleksi kasus stunting melalui pengisian kertas kerja audit

Identifikasi resiko pada audit kasus stunting adalah menemukan atau mengetahui resiko resiko potensi penyebab langsung (asupan tidak  adekuat, penyakit infeksi) dan penyebab tidak langsung terjadi stunting pada calon pengantin, ibu hamil.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala perwakilan BKKBN yang diwakili oleh koordinator Latban, Ahmad Harun, S.Sos, Direktur RSU Lapatarai Kab.Barru, Kadis PMD PPKB P3A, Kadis Kesehatan Kepala Bappeda.

Selain itu hadir juga Para camat se Kabupaten Barru, Para Kepala Puskesmas se Kab. Barru, Para Dokter PKM, Tim Koordinator Penyakit dan KB, Perwakilan TPK dan Satgas PPS. (dck)

Artikel ini telah dibaca 157 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

NasDem Usung H Syaharuddin Alrif – Nurkanaah di Pilkada Sidrap

20 Mei 2024 - 18:19 WITA

NasDem Bakal Usung Paket Irwan Hamid – Sudirman Bungi di Pilkada Pinrang

19 Mei 2024 - 19:28 WITA

6 Pelaku Judi Sabung Ayam Berhasil Diamankan Polisi

19 Mei 2024 - 13:23 WITA

Perekrutan Penyelenggara Ad Hoc di Sidrap Menuai Kontroversi

18 Mei 2024 - 21:17 WITA

Maksimalkan Layanan, CEO Annur Gruop Kembali Bimbing Manasik KBIHU Annur di Madinah

18 Mei 2024 - 18:52 WITA

Lulusan Ponpes Al-Wahid Pape Raih Nilai Tertinggi di Al Azhar Kairo Mesir

18 Mei 2024 - 11:53 WITA

Trending di Eksklusif

Konten ini milik Ajatappareng Online. Anda tidak dapat menyalin konten ini.