SIDRAP – Sebanyak tiga kelompok mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi calon guru Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) mengikuti ujian Seminar Mata Kuliah Projek Kepemimpinan yang berlangsung di Lantai 3 Gedung Rektorat UMS Rappang, Rabu (29/7/2026).

Seminar ini menjadi bagian dari evaluasi akhir mata kuliah Projek Kepemimpinan, di mana setiap kelompok mempresentasikan rancangan program, inovasi, serta solusi yang dikembangkan untuk menjawab berbagai persoalan di lingkungan pendidikan dan masyarakat.

Tim penguji dalam kegiatan seminar yakni Saifullah, S.Pd., M.Pd., Kamal, S.Pd., M.Pd., Dr. Jumiati L., Dr. Yusmah, Dr. Muhammad Hanafi, M.Pd, Prof. Dr. Usman, M.Pd, Dr. Aswadi, Dr. M. Nurzin R. Kasau, S.Pd., M.Pd, Suleha, M.Pd dan Suhartini Khalik, M.Pd. Masing-masing kelompok memaparkan konsep, tujuan, tahapan pelaksanaan, hingga luaran yang diharapkan dari proyek yang telah dirancang.
Ketua Program Studi PPG UMS Rappang, Dr. M. Nurzin R. Kasau, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa seminar ini merupakan tahapan penting sebelum mahasiswa menyelesaikan implementasi proyek di lapangan.

“Seminar ini bertujuan menguji kelayakan rancangan proyek yang telah disusun mahasiswa sebelum dilaksanakan secara menyeluruh. Ada tiga kelompok yang kami uji, masing-masing membawa inovasi yang berbeda sesuai kebutuhan masyarakat dan sekolah mitra,” ujarnya.

Adapun tiga proyek yang dipresentasikan mahasiswa meliputi pemanfaatan sekam padi menjadi sabun cuci piring sebagai bentuk inovasi pengolahan limbah pertanian, pementasan drama sebagai media pembelajaran dan penguatan karakter peserta didik, serta program pembentukan kebiasaan penggunaan teknologi digital secara bijak bagi siswa.

Menurut Nurzin, Mata Kuliah Projek Kepemimpinan dirancang untuk membentuk calon guru yang tidak hanya memiliki kompetensi pedagogik, tetapi juga mampu menjadi pemimpin pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan di lingkungan pendidikan.

Melalui mata kuliah tersebut, mahasiswa didorong mengembangkan jiwa kepemimpinan, menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam situasi nyata, mengasah kemampuan sosial dan kolaboratif, serta mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan Ki Hajar Dewantara, yakni Ing ngarsa sung tuladha, Ing madya mangun karsa, dan Tut wuri handayani.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Projek Kepemimpinan terdiri atas lima tahapan utama. Tahap pertama adalah investigasi dan identifikasi masalah melalui observasi serta diskusi bersama dosen dan mitra. Selanjutnya mahasiswa menyusun perencanaan program dalam bentuk proposal yang memuat ide, strategi pelaksanaan, pembagian tugas, hingga kebutuhan sarana pendukung.

Tahap berikutnya adalah pelaksanaan aksi di lapangan melalui berbagai kegiatan, seperti sosialisasi, pendampingan, maupun pelatihan kepada masyarakat atau sekolah sasaran. Setelah itu mahasiswa melakukan refleksi untuk mengevaluasi proses dan capaian proyek yang telah dilaksanakan.

Sebagai tahapan akhir, mahasiswa akan mengikuti demonstrasi atau pameran karya yang menjadi bentuk pertanggungjawaban akademik sekaligus media untuk menampilkan hasil inovasi di hadapan dosen pengampu dan tim penguji.
Melalui seminar ini, Program Studi PPG UMS Rappang berharap setiap calon guru mampu menghadirkan inovasi yang berdampak nyata, memperkuat kepemimpinan pembelajaran, serta memberikan kontribusi positif bagi sekolah dan masyarakat.