Menu

Mode Gelap
Gabung NasDem, PAN Usung Syaharuddin Alrif – Nurkanaah di Pilkada Sidrap Sejak Awal, TMS Mengaku tak Berniat Maju di Pilkada NasDem Paketkan ASS – Fatmawati Rusdi di Pilgub 2024 Fotonya Beredar jadi Cawabup, TMS: Itu HOAX NasDem Bakal Usung Paket Irwan Hamid – Sudirman Bungi di Pilkada Pinrang

Ajatappareng · 27 Jul 2023 15:21 WITA ·

Peringati Hari Sungai, WALHI Sulsel Angkat Isu Kerusakan Sungai Bila


 Peringati Hari Sungai, WALHI Sulsel Angkat Isu Kerusakan Sungai Bila Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulsel, terus menyoroti kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bila, akibat aktivitas penambangan di sejumlah lokasi sepanjang Sungai Bila.

“Ini (sungai bila) harus jadi perhatian serius semua pihak. Sudah ada beberapa bagian sungai yang mengalami kerusakan akibat kegiatan industri pertambangan,” ujar Direktur WALHI Sulsel, Muhammad Al Amin saat menggelar aksi memperingati Hari Sungai Nasional, di bantaran Sungai Bila, Pitu Riase, Rabu (26/7/2023).

WALHI Sulsel melakukan aksi bersama puluhan masyarakat setempat dan  didampingi Ketua Aliansi Masyarakat Bila, lAndi Tenri Sangka.

Salah satu point yang disuarakan di peringatan Hari Sungai Nasional adalah, kerusakan Sungai Bila akibat aksi penambangan yang massif terjadi.

“Badan sungai sudah tidak terlihat jelas, ada yang dangkal ada yang tidak. Begitu pula pinggir sungai banyak rusak, ini sangat buruk,” ucap Muhammad Al Amin.

Iapun mendesak, aparat penegak hukum untuk mengambil langkah tegas untuk mendukung masyarakat melawan aktivitas penambangan
Sungai Bila yang sudah sangat massif. Ia prihatin dengan kondisi saat ini bisa saja menimbulkan bencana alam yang luar biasa.

“Sungai Bila ini adalah warisan leluhur. Sungai Bila karunia Tuhan yang harus kita jaga. Kalau sungai bila ini rusak peradaban warga Sidrap, khususnya Pitu Riase akan hancur,” ucapnya.

Sementara itu, Andi Tenri Sangka atau yang kerap disapa Koboy Timur ini mengaku akan terus merapatkan barisan perjuangan agar supaya para pelaku penambang yang merusak bisa angkat kaki dari tempat ini.

“Ini akan terus kita suarakan, supaya para penambang pasir angkat kaki dari Sungai Bila, sehingga tidak terjadi lagi kerusakan yang sangat parah,” ucap Andi Kengkeng.

Di Hari Sungai Nasional yang diperingati setiap 27 Juli ini, WALHI Sulsel berharap ke depannya tidak ada lagi kerusakan dan pencemaran sungai di seluruh Indonesia, sehingga memaksa masyarakat menggunakan air tanah yang sebenarnya menjadi tabungan untuk masa depan.

Indonesia memperingati Hari Sungai Nasional setiap 27 Juli setelah pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2011 tentang Sungai, yang di dalam Pasal 74 menyebutkan dalam rangka memberikan motivasi kepada masyarakat agar peduli terhadap sungai, tanggal ditetapkannya Peraturan Pemerintah ini ditetapkan sebagai Hari Sungai Nasional. (sp)

Artikel ini telah dibaca 345 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Gabung NasDem, PAN Usung Syaharuddin Alrif – Nurkanaah di Pilkada Sidrap

28 Mei 2024 - 20:29 WITA

Kantongi Rekomendasi PKS, Mahmud Yusuf Jajaki Koalisi Golkar dan Gerindra

28 Mei 2024 - 19:54 WITA

Satnarkoba Polres Sidrap ‘Sentuh’ Tomas Perangi Narkoba

28 Mei 2024 - 15:47 WITA

Mengenal Sudirman Bungi, Cawabup yang Diusung NasDem Dampingi HA Irwan Hamid

28 Mei 2024 - 15:14 WITA

Tolak RUU Penyiaran, Puluhan Wartawan dan Konten Kreator Pinrang Seruduk Kantor DPRD Pinrang

27 Mei 2024 - 23:32 WITA

Panwascam Maritengngae Gelar Tes Wawancara Calon Anggota PKD

27 Mei 2024 - 22:48 WITA

Trending di Fokus

Konten ini milik Ajatappareng Online. Anda tidak dapat menyalin konten ini.