SIDRAP — Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong penelitian mahasiswa yang relevan dengan perkembangan teknologi digital dan kebutuhan pembelajaran masa kini.

Hal tersebut terlihat dalam pelaksanaan ujian skripsi mahasiswa atas nama Muhammad Wildan dengan judul penelitian: “Exploring Students’ Perception of TikTok-Based English Vocabulary Acquisition at SMP Negeri 2 Baranti.”
Ujian skripsi tersebut dilaksanakan pada Kamis, 23 Juli 2026, bertempat di Ruangan Ujian FKIP UMS Rappang, mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai.

Dalam penelitian ini, Muhammad Wildan mengkaji persepsi siswa terhadap pemanfaatan video TikTok sebagai media dalam mendukung pemerolehan kosakata Bahasa Inggris. Topik tersebut dinilai relevan dengan perkembangan teknologi digital dan karakteristik generasi pelajar yang semakin akrab dengan berbagai platform media sosial.

Pelaksanaan ujian skripsi dihadiri oleh tim penguji dan pembimbing, yaitu Dr. Muhammad Hanafi, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Penguji, Dr. Sam Hermansyah, S.Pd., M.Pd. selaku Sekretaris Penguji, serta Sitti Aisa, S.Pd., M.Pd. selaku Anggota Penguji. Sementara itu, proses pembimbingan dilakukan oleh Dr. Buhari, S.Pd., M.Pd. selaku Pembimbing I dan Syahrir L., S.Pd., M.Pd. selaku Pembimbing II.
Pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran Bahasa Inggris menjadi salah satu isu penting dalam pengembangan inovasi pembelajaran. Berbagai kajian juga menunjukkan bahwa media digital dapat mendukung peningkatan motivasi, partisipasi, dan hasil belajar Bahasa Inggris apabila dimanfaatkan secara tepat dan pedagogis.

Dr. Sam Hermansyah, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMS Rappang, menyampaikan harapan agar penelitian yang dilakukan mahasiswa tidak hanya menjadi syarat akademik untuk memperoleh gelar sarjana, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pembelajaran Bahasa Inggris.
“Kami berharap penelitian ini dapat menjadi salah satu kontribusi akademik dalam memahami pemanfaatan media digital, khususnya TikTok, sebagai bagian dari perkembangan teknologi pembelajaran Bahasa Inggris. Namun, pemanfaatan teknologi harus tetap diarahkan secara bijak, kreatif, edukatif, dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.”

Lebih lanjut, Dr. Sam Hermansyah berharap agar mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan penelitian, literasi digital, serta kreativitas dalam merancang inovasi pembelajaran.
“Kami mendorong mahasiswa untuk terus menghasilkan penelitian yang inovatif, relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan mampu menjawab tantangan pembelajaran di era digital. Setiap penelitian mahasiswa diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menghasilkan karya ilmiah yang lebih berkualitas dan memberikan manfaat bagi dunia pendidikan.”

Ia juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa, pembimbing, dan tim penguji yang telah berkontribusi dalam proses penyelesaian penelitian tersebut.
“Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk menyelesaikan studi dengan baik, meningkatkan kualitas akademik, serta terus berkarya untuk kemajuan pendidikan Bahasa Inggris,” tutupnya.