Menu

Mode Gelap
Komunitas The Stroke 135 Rappang Touring Wisata Sidrap–Toraja Andi Tenri Sangka Datangi Rutan Sidrap, Periksa Standar Keamanan ‘Bar-bar’ Lagi, Pasar Malam Terpantau Bikin Aktivitas Berbau Judi Bulog mulai Sasar 25.622 Penerima Bantuan Pangan Pastikan Mudik Aman, Kapolda Pantau Pospam di Sidrap

Eksklusif · 18 Jun 2025 08:51 WITA ·

Bangunan Rp1,7 Miliar di SMPN 2 Pitu Riase Retak, Kepsek Bereaksi Keras Saat Dikonfirmasi


 Bangunan Rp1,7 Miliar di SMPN 2 Pitu Riase Retak, Kepsek Bereaksi Keras Saat Dikonfirmasi Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Kondisi memprihatinkan tampak pada sejumlah bangunan di SMPN 2 Pitu Riase yang baru saja dibangun tahun lalu melalui anggaran APBD 2024.

Bangunan senilai Rp1,7 miliar yang seharusnya masih kokoh justru mulai menunjukkan retakan di beberapa titik, menimbulkan pertanyaan publik soal kualitas pekerjaan dan pengawasan pelaksanaan proyek.

Bangunan tersebut dikerjakan oleh CV Sinar Harapan Konstruksi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidrap.

Namun, alih-alih mendapat jawaban tenang saat dikonfirmasi terkait dugaan kurangnya pengawasan, Kepala Sekolah SMPN 2 Pitu Riase, Arbuh, justru menunjukkan respons emosional.

“Kenapa memang sekolah ku? Kenapa kah sekolah? Tidak adakah di sekolah? Jam pulang, bukan jam kantor. Tidak minta izin ki tu masuk sekolah ku,” ucap Arbuh dengan nada tinggi, saat dikonfirmasi awak media di lingkungan sekolah, Rabu, 18 Juni 2025.

Tak berhenti di situ, Arbuh bahkan mempertanyakan legalitas kehadiran wartawan di sekolah. Ia meminta surat tugas serta rekomendasi dari Bupati Sidrap atau Kepala Dinas Pendidikan sebelum bersedia memberikan penjelasan lebih lanjut.

Sikap arogan ini menimbulkan sorotan tersendiri, mengingat pentingnya keterbukaan informasi publik, terutama menyangkut penggunaan anggaran negara.

Padahal, pengawasan terhadap pelaksanaan proyek di lingkungan pendidikan menjadi bagian dari tanggung jawab kepala sekolah sebagai pengguna langsung fasilitas.

Munculnya retakan pada bangunan yang belum genap satu tahun ini dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik jika tidak segera ditindaklanjuti.

Masyarakat kini menanti respons dari Dinas Pendidikan dan aparat terkait untuk memastikan proyek tersebut diperiksa secara menyeluruh, baik dari sisi teknis maupun administratif.

Sementara itu, sorotan terhadap sikap kepala sekolah pun tak kalah menjadi perhatian.

Publik berharap adanya sikap kooperatif dan terbuka dari para pemangku kebijakan pendidikan dalam menjawab kritik dan pertanyaan, bukan justru menunjukkan resistensi terhadap pengawasan. (asp)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

16 Tahun Jadi Guru, Nasruddin Angkat Persoalan Literasi Siswa dalam Tesis di UMS Rappang

28 Maret 2026 - 15:03 WITA

Sidrap Siap Jadi Pusat Pickle Ball Nasional, Cahaya Mario Cup 2026

28 Maret 2026 - 12:29 WITA

Komunitas The Stroke 135 Rappang Touring Wisata Sidrap–Toraja

28 Maret 2026 - 12:27 WITA

Grand Opening Browcyl Sidrap: Beli 1 Gratis 2, Warga Serbu Outlet Baru di Maritengngae

28 Maret 2026 - 11:51 WITA

Bahas Isu Jaminan Kesehatan, JMSI Sidrap dan BPJS akan Gelar Sosialisasi JKN

28 Maret 2026 - 00:49 WITA

Diduga Tak Kantongi Izin, Aktivitas Tambang di Watang Pulu Terancam Ditutup

27 Maret 2026 - 21:35 WITA

Trending di Eksklusif

Sorry. No data so far.