SIDRAP – Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) terus mematangkan Program Hilirisasi Riset Prioritas Tahun 2026 melalui pengembangan digitalisasi tata kelola sampah di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Rappang Bersinar, Kelurahan Rappang, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Memasuki fase ketiga pelaksanaan, tim peneliti menggelar Focus Group Discussion (FGD) pengumpulan data awal yang dirangkaikan dengan pelatihan pengelolaan sampah bagi pengelola TPS3R, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan tersebut dibuka Camat Panca Rijang, Faradilla Bakry, SKM., M.Si. Hadir pula Wakil Rektor II UMS Rappang Dr. Hj. Andi Astinah Adnan, S.S., S.Pd., M.Si. mewakili Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., Ketua Tim Peneliti Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak, M.Si., mewakili industry TPS3R Formasil Mallomo Dr. Abdul Jabbar, unsur Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kabupaten Sidrap yakni sekretaris Dinas Ilham Sunarto, S.STP., Ketua TP PKK Kecamatan Panca Rijang, Lurah Rappang, pengelola TPS3R, serta sejumlah tamu undangan.

Ketua Tim Peneliti, Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan pengumpulan data penelitian sekaligus penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam Program Hilirisasi Riset yang didanai Kementerian Pendidikan.

Menurut Dr.Rais, saat ini TPS3R Rappang Bersinar telah melayani sekitar 500 pelanggan dengan rata-rata volume sampah yang dikelola mencapai 500 kilogram atau setengah ton per hari. Pengangkutan sampah dilakukan dua kali dalam sepekan untuk setiap rumahnya, dengan pembagian layanan ke dalam tiga zona, yakni wilayah utara, tengah, dan selatan Kelurahan Rappang.

“Target kami ke depan adalah meningkatkan jumlah pelanggan menjadi 1.000 pelanggan. Namun, hal itu membutuhkan tambahan satu unit armada pengangkut beserta tiga tenaga operasional, termasuk sopir. Kami berharap pelatihan ini juga dapat melahirkan tenaga kerja baru yang nantinya direkrut untuk mendukung operasional TPS3R,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah kapasitas armada bertambah, layanan TPS3R ditargetkan tidak hanya melayani Kelurahan Rappang, tetapi juga menjangkau tiga kelurahan di Kecamatan Panca Rijang.

“Kalau cakupan layanan sudah mencapai tiga kelurahan, volume sampah yang dapat dikelola diperkirakan meningkat menjadi sekitar 1,5 ton per hari. Saat ini TPS3R juga telah memiliki satu mesin pencacah dan kedepan akan menghadirkan mesin pencacah yang dilengkapi dengan conveyor yang nantinya dimanfaatkan untuk menghasilkan cacahan atau serbuk plastik sebagai bahan baku daur ulang,” jelasnya.

Dalam program hiliriset tersebut, tim peneliti mengembangkan inovasi Pappulung Aroppoe, yaitu model pengelolaan sampah yang diintegrasikan dengan aplikasi digital berbasis Model Rais-MR3 guna mendukung sistem layanan pengangkutan sampah yang lebih efektif, terjadwal, dan berbasis data.

“Hari ini kami melaksanakan FGD pengumpulan data sekaligus pelatihan kepada para pengelola sampah. Program ini bertujuan mengintegrasikan aplikasi digital dengan Model Pappulung Aroppoe sehingga tata kelola sampah menjadi lebih modern, efisien, dan terukur,” katanya.

Ia mengungkapkan, program ini kini telah memasuki fase ketiga setelah dua tahapan sebelumnya berhasil diselesaikan. Pada tahap ini, tim akan melakukan uji coba aplikasi yang telah dikembangkan.

“InsyaAllah pekan depan aplikasi yang terintegrasi dengan Model Rais-MR3 mulai diuji coba sekaligus dilakukan proses commissioning di TPS3R Rappang Bersinar,” ungkapnya.

Selain menghadirkan inovasi teknologi, program hilirisasi tersebut juga difokuskan pada peningkatan kapasitas pengelola TPS3R melalui berbagai pelatihan.

Harapannya, para pengelola mampu menjadi agen perubahan yang mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Sementara itu, Camat Panca Rijang Faradilla Bakry mengapresiasi pelaksanaan Program Hilirisasi Riset yang dinilai menjadi solusi nyata dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis teknologi.

“Persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu diperlukan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat. Kami berharap program ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif di Kecamatan Panca Rijang,” katanya.

Faradilla menambahkan, keberadaan TPS3R Rappang Bersinar selama ini telah membantu pemerintah daerah dalam menangani persoalan sampah di Kelurahan Rappang.

Namun, meningkatnya volume sampah rumah tangga, khususnya sampah plastik, menuntut hadirnya inovasi dan sistem pengelolaan yang lebih modern.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sidenreng Rappang, Ilham Sunarto, S.STP., mengapresiasi pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) dan pelatihan yang digelar tim peneliti UMS Rappang.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih modern.

“Program ini sangat baik karena tidak hanya menghadirkan inovasi berbasis teknologi, tetapi juga meningkatkan kapasitas para pengelola TPS3R melalui FGD dan pelatihan.

Kami berharap aplikasi digital yang dikembangkan nantinya dapat mendukung pelayanan persampahan yang lebih efektif, tertata, dan mudah diakses masyarakat,” ujar Ilham. implementasi hasil riset tersebut agar dapat diterapkan secara berkelanjutan dan menjadi model pengelolaan sampah di wilayah lain.

“Kolaborasi seperti ini sangat kami harapkan. Hilirisasi riset perguruan tinggi ini sangat mendukung program Bupati yakni Sidrap bersih,” ujarnya.

Mewakili industri, Direktur TPS3R Rappang Bersinar Dr. Abdul Jabbar, S.IP., M.Si., menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang dilakukan tim peneliti UMS Rappang melalui Program Hilirisasi Riset Prioritas 2026.

Menurutnya, program tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas layanan pengelolaan sampah berbasis teknologi di Kabupaten Sidenreng Rappang.

“Selama ini kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kehadiran program hilirisasi riset dari UMS Rappang memberikan nilai tambah karena tidak hanya menghadirkan inovasi digital, tetapi juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui FGD dan pelatihan,” ujarnya.

Program bertajuk “Hilirisasi Tata Kelola Digital TPS3R Mitra Formasi Mallomo melalui Penguatan Model Rais-MR3 untuk Layanan Sampah Terjadwal” diketuai oleh Assoc. Prof. Dr. Muhammad Rais Rahmat Razak, M.Si. dengan anggota tim Dr. Sandi Lubis, S.IP., M.AP., Aksal Mursalat, S.P., M.Si., Muhammad Bibin, S.Pi., M.Si., Dr. H. Hakzah, S.T., M.T., Ir. Untung Suwardoyo, S.Kom., M.T., IPP., serta Dr. Abdul Jabbar, S.IP., M.Si.

Program tersebut menjadi salah satu riset unggulan UMS Rappang yang berhasil memperoleh pendanaan melalui Program Hilirisasi Riset Prioritas Tahun Anggaran 2026 dari Kementerian Pendidikan.

Melalui program ini, UMS Rappang berkomitmen menghadirkan inovasi berbasis teknologi yang dapat diterapkan secara langsung di masyarakat untuk mendukung digitalisasi tata kelola sampah yang lebih efektif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas lingkungan di Kabupaten Sidenreng Rappang.