Menu

Mode Gelap
Diduga Ilegal, DPRD Sidrap Minta Tambang Galian C di Arawa Ditutup Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Sidrap 2026 Capai Rp6,7 Miliar Penuhi Permintaan Stok MBG, Telur Sidrap ‘Ekspor’ ke Pelbagai Provinsi Kades dan Seorang Warga Mattirotasi Saling Lapor di Polisi, Camat: Proses Hukum Jalan Selain RMS, Sejumlah Elit Politik Sulsel Disebut akan Ikut Merapat ke PSI

Fokus · 22 Mei 2025 08:07 WITA ·

Rentenir Meresahkan, Pinjam Rp10 Juta Bayar Rp18 Juta Sebulan


 Rentenir Meresahkan, Pinjam Rp10 Juta Bayar Rp18 Juta Sebulan Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP – Warga Kabupaten Sidrap kembali dibuat gelisah oleh maraknya praktik rentenir yang berkedok pemberi bantuan keuangan cepat.

Alih-alih menjadi solusi, tawaran pinjaman tanpa agunan justru menjerat warga dalam lingkaran utang berbunga tinggi yang mencekik.

Kemudahan proses tanpa syarat ribet menjadi daya tarik utama. Namun di baliknya, bunga pinjaman yang tidak masuk akal jadi bom waktu bagi peminjam.

Risnawati, salah seorang warga yang menjadi korban, menceritakan pengalamannya yang membuatnya tercekik secara finansial.

“Contoh Rp10 juta diambil administrasi Rp2 juta, jadi sisa diambil Rp8 juta. Dan kembali sekitar Rp18 juta dalam waktu sebulan,” ungkap Risnawati, Kamis, 22 Mei 2025.

Modus seperti ini kerap menyasar masyarakat kecil yang tengah berada dalam situasi terdesak.

Tak hanya beban pembayaran, intimidasi dan tekanan sosial juga menjadi bagian dari cara penagihan yang dilakukan oleh oknum rentenir.

Yang lebih mengkhawatirkan, praktik ini beroperasi di luar jalur hukum dan tanpa izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Padahal, berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana harus berada di bawah pengawasan lembaga resmi.

Warga mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas menertibkan praktik rentenir liar.

Selain penindakan, edukasi kepada masyarakat tentang bahaya pinjaman ilegal dan pentingnya memilih lembaga keuangan resmi juga dianggap krusial untuk memutus mata rantai jeratan utang yang kian memiskinkan rakyat kecil. (*)

Artikel ini telah dibaca 95 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Diduga Ilegal, DPRD Sidrap Minta Tambang Galian C di Arawa Ditutup

20 Januari 2026 - 16:06 WITA

Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Sidrap 2026 Capai Rp6,7 Miliar

19 Januari 2026 - 19:16 WITA

Sorotan Publik Menguat, Temuan BPK Rp734 Juta di DPRD Sidrap Mulai Ditindaklanjuti

19 Januari 2026 - 17:01 WITA

Kakanwil Kemenhaj Sulsel: Annur Travel Layani Jamaah Umrah Terbanyak di Sulsel

18 Januari 2026 - 19:31 WITA

Open Tournament Nine Ball Bupati Cup I Sidrap 2026 resmi Ditutup

18 Januari 2026 - 07:16 WITA

Mobil Patroli Satpol PP Sidrap Terjun ke Sungai, Rusak Parah dan Terbengkalai

17 Januari 2026 - 16:50 WITA

Trending di Eksklusif

Sorry. No data so far.